Terdampak Pandemi, Bayer Bantu Ratusan Petani Jeruk di Semboro

0
272
fungisida
Abdul Hadi (naju merah tengah) saat mendampingi petugas mendata petani yang mengambil bantuan dari Bayer

JEMBER, BP – Dimasa pandemi, banyak masyarakat yang terdampak, baik dari segi ekonomi maupun sosial, berbagai bantuan stimulan baik dari pemerintah maupun pihak swasta terus bergulir, setidaknya hal ini yang dirasakan oleh sekitar 600 petani jeruk yang ada di Desa Desa Sidomulyo Kecamatan Semboro Jember.

Ratusan petani jeruk yang ada di desa tersebut, mendapatkan bantuan paket obat-obatan jenis Fungisida dan Insektisida sebanyak 600 paket, dimana per paketnya senilai Rp. 450 ribu. “Untuk Desa Sidomulyo sendiri ada 600 petani yang mendapatkan bantuan, dan di Semboro hanya tiga desa saja, yakni Desa Sidomulyo, Desa Semboro dan Desa Rejoagung,” ujar Abdul Hadi salah satu pengurus Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Tani Jaya Desa Sidomulyo saat ditemui media ini pada Kamis (31/12/2020).

Sedangkan untuk Kabupaten Jember sendiri, menurut Abdul Hadi, jumlah bantuan obat-obatan dari Bayer yang pendistribusiannya melalui PT Mercy Corp Indonesia, total mencapai 8600 petani komoditi Jeruk dan Kol (Kubis).

“Kalau totalnya di Jember, Insya Alloh ada 8000 an, dan Alhamdulillah desa kami mendapat kuota yang paling banyak dibanding desa lainnya, karena untuk bisa mendapatkan bantuan ini, ada kriteria yang harus dipenuhi, diantaranya memiliki lahan maksimal 0.5 hektar dan tergabung dalam kelompok tani,” tambah Abdul Hadi.

Abdul Hadi juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PT. Mercy Corp Indonesia yang sudah membantu pendistribusian obat-obatan yang memang benar-benar dibutuhkan oleh petani, dimana bantuan ini sebenarnya akan dibagikan pada bulan November, namun karena ada Pilkada bantuan baru bisa disalurkan pada akhir Desember.

“Kami mewakili 14 kelompok tani yang ada di Desa Sidomulyo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PT. Mercy Corp Indonesia yang sudah membantu pendistribusian bantuan ini kepada petani, dan ini sangat bermanfaat sekali bagi kami, apalagi di masa pandemi seperti saat ini,” ujar Abdul Hadi.

Dari pantauan media ini, penyaluran bantuan ini juga terlihat mematuhi protokol kesehatan, hal ini terlihat cara pengurus Gapoktan membagikan bantuan tersebut, dimana penyaluran dilakukan selama dua hari, dan mewajibkan petani yang mengambil untuk mengenakan masker.

“Pendistribusian bantuan ini dilakukan selama dua hari, yakni kemarin dan hari ini, dan untuk petani yang sudah terdata sebagai penerima bantuan, waktu mengambil juga diwajibkan mengenakan masker, sehingga kami benar-benar merapkan protokol kesehatan ketat, hal ini semata-mata untuk mencegah penyebaran covid-19,” bebernya.

Sementara itu, Waseso Kepala Desa Sidomulyo yang ikut memantau langsung pendistribusian bantuan ini, kepada media ini mengatakan, bahwa pihaknya mengapresiasi dengan langkah yang sudah dilakukan oleh Gapoktan Tani Jaya, selain membantu petani, proses penyalurannya juga mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Gapoktan di desa kami, selain rasa kepedulian yang tinggi dalam membantu sesama petani, warga juga patuh akan protokol kesehatan, karena memang sejak pandemi covid, kami dari pemerintah desa selalu memberikan himbauan kepada warga untuk menerapkan 3 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak.red),” beber Waseso yang didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sidomulyo. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here