Surplus Komoditi Pertanian, Jember Bersama 5 Kabupaten Menjadi Lumbung Pangan Jatim

0
75
padi
Bupati Jember dr. Faida MMR saat melakukan penanaman padi di Ambulu beberapa waktu yang lalu (foto dokumen)

JEMBER, BP – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, telah mencanangkan 5 Kabupaten di Jawa Timur sebagai lumbung pangan, tetutama dalam menghadapi krisis pangan di masa Pandemi C-19, pernyataan ini disampaikan Gubernur saat mengikuti acara tanam padi perdana di Tulungagung pada Minggu (7/6/2020).

Disebutnya Jember masuk sebagai Kabupaten lumbung pangan, Bupati Jember, dr. Faida, MMR., mengatakan, bahwa selama ini komiditi utama di Bumi Pendhalungan (sebutan untuk kabupaten Jember, red) mengalami surplus. “Sampai saat ini, ketersediaan pangan untuk bahan utama ada yang surplus,” kata bupati di Pendapa Wahyawibawagraha saat rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Ada delapan komoditi yang dinilai surplus, Antara lain beras, telur ayam, daging sapi, daging ayam, jagung, minyak goreng, gula pasir, dan kedelai. “Surplusnya cukup banyak, jadi cukup aman,” ujarnya.

Rakor secara daring itu membahas ketersediaan pangan menghadapi musim kemarau sebagai antisipasi dampak pandemi Covid-19 di Provinsi Jawa Timur tahun 2020. Selain Jember, rakor diikuti oleh Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Ngawi, Nganjuk, dan Tulungagung.

Selain ada surplus, ada komoditas pangan yang masuk dalam hitungan devisit, diantaranya bawang merah, bawang putih, cabai besar, dan cabai rawit.

Bahkan Untuk luas lahan panen pada masa Januari hingga Mei, lanjut bupati, ada lebih 81 ribu hektar. Sementara prakiraan luas tanam bulan Juni ada 10 ribu hektar. “Lokasi yang akan panen bulan Juni tidak ada. Tanam pada bulan Juni di 28 kecamatan sekitar 10 ribu lebih hektar,” ungkapnya.

Terkait dukungan alat mesin pertanian (alsintan) kepada petani, bupati menyampaikan alsintan dari pusat, provinsi, serta Pemkab Jember sudah dipinjampakaikan dan disalurkan semuanya. Alsintan itu antara lain berupa traktor roda dua, traktor roda empat, renstransfilter, pompa air, kultivator, dan handsprayer.

Selain itu, bupati juga meminta kerja sama provinsi untuk menyikronkan data kelompok tani dan gubungan kelompok tani (Gapoktan). Sinkronisasi ini supaya bantuan dari provinsi dapat tepat sasaran. “Mohon kerjasama Provinsi Jawa Timur untuk hanya memproses pengajuan-pengajuan dari poktan dan gapoktan yang telah kami verifikasi dan validasi,” pungkas Bupati.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here