Polisi Buru Penyebar Isu Penculikan di Jember

0
7922
Screenshot postingan FA di Media Sosial

JEMBER, BP – Kabupaten Jember belakangan ramai isu adanya penculikan dalam beberapa hari terakhir, bahkan dalam 5 hari ini, isu penculikan ramai dijagad dunia maya alias medsos, mulai dari penculikan bayi di Semboro, penculikan anak di Tugusari Bangsalsari, isu penculikan di SDN Jember Lor, Isu Penculikan di Balung dan beberapa daerah lainnya.

“Isu penculikan belakangan ini memang sangat masif penyebarannya di media sosial, seperti yang terjadi di Desa Tugusari Bangsalsari Jember, salah satu akun medsos yang pertama kali menyebarkan isu adanya penculikan di Desa Tugusari Bangsalsari, terlalu dibuat-buat, saat ini kami sedang mencari akun tersebut,” ujar Kapolres Jember AKBP. Aris Supriyono.

Dalam postingannya, akun FA mengunggah postingan disertai foto, dimana dalam unggahannya, akun FA memposting unggahan dengan kalimat.

“WASPADA PENCULIKAN ANAK brusa hamper terjadi di desa Tugusari, ini foto penculik yang berhasil dikepung namun melarikan diri. Jadi untuk warga Jember khususnya warga Tugusari saat ini sedang ramai dengan penculik tersebut, mohon hati”

Penculik beraksi tadi sore, untung saja tidak ada korban.

Modus yang digunakan yaitu penculik pura” gila dengan membawa jarung berisikan sabun, odol, payung dan lain”

Ternyata penculik tersebut membawa banyak teman dengan membawa mobil berPlat Madura

Mohon sebarkan info ini kpada semua warga agar berhati”.

Dalam postingan tersebut, polisi menilai apa yang posting oleh FA sudah meresahkan warga, dimana narasi yang ditulis dengan menyebut “penculik membawa banyak teman dengan membawa mobil ber Plat Madura” terlalu berlebihan, postingan FA sendiri sudah dibagikan oleh 29 akun lainnya.

“Orang  yang dimaksud mau menculik di Bangsalsari, adalah warga Brebes dengan Nama Nana Sunardi, setelah kami lakukan pelacakan, alamatnya ketemu, ia berasal dari Dusun Karangsawah Desa Kuta Mendala Kecamatan Tojong Brebes Jawa Tengah,” ujar Kapolres.

Dari pemeriksaan di Polsek Bangsalsari, Nana Sendiri mengalami gangguan kejiwaan, hal ini juga dibenarkan oleh orang tua Nana Sunardi yang menjemput putranya di Mapolres Jember pada Kamis (20/2/2020) setelah dihubungi pihak kepolisian.

“Nana ini mengalami gangguan kejiwaan, orang tuanya juga menunjukkan bukti dimana saudara Nana pernah dirawat, dan Nana ini meninggalkan rumahnya sudah 7 tahun, dan dinyatakan hilang, bisa dibayangkan jika masyarakat terpancing isu hoax yang disebar, dan saudara Nana tidak segera diamankan, bisa jadi ada korban jiwa, oleh karena itu, kami menghimbau kepada masyarakat agar bijak dalam bermedsos, dan tidak langsung menyebarkan info yang belum jelas, lebih baik serahkan ke pihak Polisi,” ujar Kapolres.

Nana Sunardi sendiri Kamis (20/2/2020) sore oleh keluarganya dibawa pulang ke Brebes dengan didampingi Sekretaris Desa Kuta Mendala, Bhabinkamtibmas dan dua anggota Polsek Tojong. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here