PMI Kabupaten Jember Sudah Bagikan 31 Hand Sprayer untuk Pondok Pesantren

0
150
Antirogo

JEMBER, BP – Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember Jawa Timur pertengahan bulan Juni telah membagikan secara gratis 31 alat semprot (hand sprayer) dan cairan desinfektan kepada 11 pondok pesantren dengan tujuan mengajak partisipasi santri dan pengasuh pondok pesantren memerangi penyebaran Covid-19 di pondok pesantren.

E. A. Zaenal Marzuki,SH, MH, Ketua PMI Kabupaten Jember menjelaskan, bahwa bantuan alat semprot (hand sprayer) ini diberikan ke Pondok Pesantren, agar santri bisa melakukan pencegahan penyebaran covid-19 secara mandiri, dan Pondok Pesantren tidak menjadi kluster penyebaran wabah covid-19 baru.

“Sejak memasuki tahun ajaran baru dan penerimaan santri baru, PMI Jember sudah membagikan 31 alat semprot untuk 11 pesantren di Jember, tujuannya agar pondok pesantren tersebut bisa melakukan pencegahan secara mandiri, selain membagikan alat semprot, kami juga melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa pesantren lainnya,”  ujar ketua PMI Kabupaten Jember E.A. Zaenal Marzuki SH., MH.

Selain dengan memberikan bantuan alat semprot (hand sprayer), PMI Kabupaten Jember juga memberikan edukasi upaya pencegahan covid-19 kepada santri yang ada di Pondok Pesantren, sehingga santri bisa mengetahui upaya-upaya pencegahan dan tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Ke 11 Pesantren yang mendapatkan bantuan hand sprayer dari PMI Kabupaten Jember sebagai upaya penyemprotan secara mandiri, diantaranya adalah Pondok Pesantren Al-qodiri, Nurul Islam Antirogo, PP. Assuniyah Kencong, PP. Yasinat Wuluhan, PP.Madinatul Ulum Jenggawah, PP. Nurul Qornain Sukowono, PP. Baitul Hikmah Tempurejo, PP. Al-Iklas Rambipuji, PP. Al-Islah Jenggawah, Al-Munawaroh Tempurejo dan PP. Baitul Arqom Balung.

Ilham Nawafillah selaku Kepala Biro Kepesantrenan PP. Nurul Islam Antirogo yang mendapat bantuan alat semprot dari PMI Kabupaten Jember mengaku, pihaknya berterimakasih telah dibantu alat penyemprotan sehingga santri dapat melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri. “Santri rutin lakukan penyemprotan desinfektan dua kali dalam seminggu, tepatnya pada hari jumat dan minggu, ” Tutur Ilham.

Menurut Ilham, upaya yang dilakukan oleh PMI selama ini sudah bagus, karena tidak hanya memberikan bantuan alat semprot (hand sprayer), tapi juga memberikan edukasi kepada santri dan Pondok Pesantren tentang pola PHBS.

“Kami juga diberi edukasi untuk pencegahan covid-19, mulai dari bagaimana cara cuci tangan yang benar, terus pemasangan wastafel di setiap sudut ruangan dan di depan kamar santri, selain itu, di lingkungan pesantren kami juga rutin melakukan kegiatan senam pagi serentak selama 10 menit setiap setelah sholat dhuha, menjaga jarak dalam setiap kegiatan termasuk sholat berjamaah, kemudian setiap santri wajib mempunyai masker untuk digunakan setiap kegiatan,” ujar Ilham sambil menunjukkan ruangan Pondok Putra.

Selain itu juga, lanjut Ilham, ada beberapa fasilitas Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) untuk memberikan pengobatan santri yang mengalami sakit. “Di pesantren juga di sediakan ruangan khusus untuk santri yang sakit, dan setiap asrama juga di sediakan thermo gun untuk mengecek jika ada santri yg sakit,” tambahnya (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here