Penanganan COVID-19, Pemkab Harus Lakukan Perubahan APBD Secara ‘Radikal’

0
162
Bupati Situbondo saat dimintai komentar sejumlah wartawan usai melakukan rapat perubahan APBD (foto/heru)

SITUBONDO BP – Setelah mengikuti teleconference atau Vidcon dengan Kementerian Keuangan RI dan menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020 tentang perubahan postur rincian APBN tahun anggaran 2020 serta Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka percepatan penanganan COVID-19, maka Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH melakukan Perubahan APBD Secara ‘Radikal’, Sabtu (11/4/2020)

Untuk penanganan percepatan COVID-19, Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH, Sekretaris Daerah Drs. H. Syaifullah MM dan pimpinan organisasi perangkat daerah melaksanakan rapat pembahasan perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2020 secara ‘radikal’.

Rapat pembahasan perubahan APBD 2020 yang berlangsung di Aula lantai II Pemkab Situbondo tersebut, terdapat beberapa kebijakan, di antaranya pemerintah daerah Kabupaten Situbondo melakukan perubahan anggaran untuk percepatan penanganan COVID-19 sekitar Rp.26 miliar.

“Untuk mengalokasikan percepatan penanganan COVID-19, tiga bulan ke depan, maka pemkab melakukan pengurangan anggaran belanja pegawai, honorium, belanja barang, pembelian material habis pakai dan lainnya,” jelas Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto di hadapan pimpinan OPD Pemkab Situbondo.

Lebih lanjut, Bupati Dadang mengatakan bahwa, alokasi anggaran puluhan miliar untuk percepatan penanganan wabah COVID-19 itu, paling banyak dipangkas dari pos Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT). “Anggaran yang sudah siap dipergunakan untuk percepatan penanganan wabah COVID-19 ada sekitar Rp. 9 miliar,” jelasnya.

Menurut bupati, jika anggaran Rp.26 miliar ini terkumpul semua, maka akan dipergunakan untuk bidang kesehatan, jaring pengaman sosial dan penanganan ekonomi dampak wabah COVID-19. “Dana Alokasi Khusus (DAK) kebijakan Pemerintah Pusat untuk Situbondo tidak bisa dicairkan sekitar Rp.128 miliar,” jelas Bupati Dadang.

Untuk itu, sambung bupati, pemkab akan terus meneliti dan melakukan perubahan atau pengurangan APBD agar jumlah Rp. 26 milyar untuk percepatan penanganan COVID-19 tersebut bisa terpenuhi.  “Jika anggaran sekitar Rp26 miliar untuk penanganan COVID-19 selama tiga bulan kondisinya tidak ada perubahan, maka tentu kami akan melakukan perubahan APBD kembali,” tegas bupati. her

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here