Paska Muncul 5 Klaster Kelurga, BPBD Jember Hujani Perumahan Dengan Disinfektan

0
344

JEMBER, BP – Kondisi perkembangan COVID-19 di Kabupaten Jember yang sempat membaik, dimana beberapa kecamatan sudah mulai berada di zona hijau dan kuning, pada paska lebaran, mulai ‘terganggu’ dengan adanya 4 klaster keluarga dan 1 klaster perkantoran.

Agar penyebaran covid-19 tidak semakin meluas, Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten Jember  menerjunkan BPBD untuk elakukan penyemprotan disinfektan di wilayah terpapar Covid 19 seperti di Perum Melenia kelurahan Mangli Kecamatan Kaliwates.

Hal ini disampaikan Plt. Kepala Diskominfo Pemkab Jember sekaligus juru bicara Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Jember Habib Salim Jumat (11/6/2021).

“Penyemprotan ini dilakukan berdasarkan hasil tracing, setelah diketahui ada satu keluarga positif covid 19 di Perum Melenia. Langkah ini, untuk memutus rantai penularan covid-19, di kabupaten Jember, khususnya di sekitar perumahan Melenia Kaliwates,” ujar Habib Salim

Habib menjelaskan, sesuai data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, pada Rabu malam lalu ada tambahan 6 kasus  positif covid 19 baru.  3 orang satu keluarga di Kaliwates, 2 orang satu kantor di Sumber Sari, dan 1 orang asal Kecamatan Patrang, sedangkan 4 orang dari kluster keluarga di Kecamatan Jenggawah dinyatakan sembuh.

“Sebelumnya ada klaster keluarga di kecamatan Tanggul, Jenggawah dan Patrang, namun 4 orang Cluster keluarga asal  Kecamatan Jenggawah, dinyatakan sembuh, bersamaan dengan itu ada penambahan klaster keluarga di Perum Milenia dan klaster Kantor di Kecamatan Sumbersari,” ujar Habib.

Habib menambahkan, usai dari perum Melenia, BPBD melanjutkan kegiatan penyemprotan disinfektan ke Hotel Kebon Agung di Jalan  Arowana No.59, Gebang Taman, Kelurahan Kebun Agung, Kec. Kaliwates, Kabupaten Jember. Sebab, Hotel tersebut selama ini digunakan sebagai tempat isolasi mandiri Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru datang dari luar negeri.

“Hotel tersebut sebagai tempat singgah pekerja migran sebelum melakukan tes PCR tahap ke dua pada hari ke-5 setelah kedatangan,” katanya.

Dengan adanya lonjakan kasus Covid-19 di Jember, Habib berharap agar seluruh elemen masyarakat Jember untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan.

“Partisipasi masyarakat untuk ikut serta melakukan upaya-upaya penanggulangan penularan Covid-19 dengan cara disiplin menerapkan 5M dan paling penting adalah pembatasan ruang gerak,” pungkasnya. (*) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here