Mendengar Cerita Kakek Sibawi, Pasien Covid-19 Asal Jember yang Sembuh Setelah 18 Hari Dirawat

0
2594
sembuh
Kakek Sibawi saat akan meninggalkan ruang isolasi rs dr, Sobandi setelah dinyatakan sembih dari Covid-19

JEMBER, BP – Banyak masyarakat yang saat ini sudah mulai bosan dan jenuh dengan pemberitaan tentang covid-19, mereka menilai, dari sekian berita tentang covid-19 dalam 4 bulan terakhir, secara psikologis menambah rasa takut, bosan dan dan berbagai stigma lainnya.

Bahkan di dunia maya, setiap berita tentang covid-19, sebagian besar netizen sudah tidak menganggap sebagai informasi yang dibutuhkan, hal ini dilihat di kolom komentar setiap postingan berita tentang covid-19, mayoritas diantara netizen berkomentar ‘bullying’.

Namun, apapun itu, cerita Kakek Sibawi (73) tahun asal Kecamatan Sukowono Jember ini, bagaimana ia yang sudah berusia senja, bisa sembuh dari Covid-19 setelah mendapat perawatan selama 17-18 hari di RSD dr. Soebandi Jember, padahal, dari beberapa kasus pasien yang terkonfirm positif Covid-19, bagi mereka yang berusia diatas 50 tahun, akan sulit bertahan, terlebih ketika memiliki riwayat penyakit bawaan.

 “Alhamdulillah, saya akhirnya dinyatakan sembuh setelah mendapat perawatan 18 hari di rumah sakit, kata dokter, kesembuhan saya termasuk cepat jika dibandingkan dengan pasien lainnya,” ujar Sibawi dengan logat Madura.

Selama menjalani perawatan, Sibawi mengatakan, bahwa saat mengetahui divonis sebagai pasien positif Covid-19, dirinya hanya pasrah, selama menjalani perawatanpun dirinya mengikuti saran dari tim medis yang merawatnya.

 “Saya percaya, bahwa penyakit itu ada obatnya, saya juga tidak tahu apa itu corona, tapi saya yakin kalau akan sembuh, penyakit ini tidak perlu ditakuti, tapi kita hanya perlu waspada, saya juga menyampaikan terima kasih kepada perawat yang telah merawat saya, apalagi tidak ada biaya sama sekali alias gratis,” ujar Sibawi.

Kakek Sibawi pun berpesan agar masyarakat yang memiliki gejala dengan virus tersebut, segera memeriksakan diri, dan mematuhi anjuran pemerintah, untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Sementara dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) yang khusus menangani Covid-19 di RS. Dr. Soebandi Jember dr. Retna Dwi Puspitarini, Sp. P mengatakan, bahwa pasien atas nama Sibawi menjadi salah satu pasien yang sembuh dengan cepat.

 “Alhamdulillah, Pak Sibawi salah satu kasus dengan kesembuhan paling cepat, hal ini tidak lepas dari sikap pak Sibawi selama menjalani perawatan disini, ia ikhlas dan mengikuti apa yang dianjurkan oleh perawat,” beber dr. Retna.

dr. Retna menambahkan, bahwa selama di rumah sakit, perawatan yang diberikan kepada pasien adalah dengan terapi medis, physicoterapi, dan motivasi kepada pasien, serta berjemur dan berolahraga.

 “Dari beberapa pengalaman pasien yang cepat sembuh dari Covid-19, mereka yang pasrah dengan keadaan dan nrimo, kondisi ini berbeda jika dibandingkan dengan pasien yang memberontak tidak mau diisolasi dan semacamnya,” beber dr. Retna.

Retna mengatakan, penanganan pasien Covid-19 tidak semudah anggapan banyak orang. Ada banyak faktor yang perlu diperhitungkan.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh tim medis. Pertama, mencari pola untuk menangani Covid-19. Kedua, mempertimbangkan segi psikologis pasien. Terapi Covid-19 harus melibatkan tim.

Ketiga, sikap pasrah pasien dengan keadaan yang dialaminya. Serta, perlu dipikirkan juga mengenai penyakit penyerta. Seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, kegemukan, serta usia tua.

Pasien Covid-19 yang masuk rumah sakit kebanyakan mengalami stres. Karena itu tim medis berupaya mengurangi stres pasien. Penanganan pasien pun dilakukan oleh perawat psikologi. “Setiap kali ada pasien masuk rumah sakit, selalu kita berikan motivasi,” katanya..

Stres juga dialami pasien yang sudah lama dirawat. Pasien ini berikan psikoterapi oleh tim medis. Tim medis juga melakukan pola baru penanganan terhadap pasien. Awalnya pasien tidak bisa menghirup udara segar, berjemur, maupun olahraga. “Akhirnya pihak rumah sakit melakukan kegiatan tersebut,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here