Masjid Rohmat di Lugonto ini Rutin Berikan Santunan Tanpa Menggunakan Uang Masjid

0
327

BANYUWANGI, BP – Kepedulian terhadap sesama, terlebih kepada yatim piatu, Dhuafa dan Fakir Miskin ditunjukkan oleh pengurus Takmir Masjid Rohmat yang ada di Dusun Lugonto Desa/Kecamatan Rogojampi Banyuwangi.

Bahkan acara santunan yang sudah berjalan selama satu tahun ini, pihak penyelenggara tidak menggunakan uang takmir masjid, akan tetapi penyelenggara yang dikomandani oleh Seksi Sosial di Masjid tersebut, mengumpulkan dana secara terpisah dan tidak tumpang tindih dengan keuangan Masjid.

“Alhamdulillah, acara santunan ini sudah rutin bisa kami gelar setiap habis salat Jum’at, bahkan kegiatan ini sudah berjalan hampir satu tahun lamanya, jika dulu kita berikan santunan untuk anak yatim dan dhuafa seminggu sekali, untuk saat ini kita hanya bisa dua minggu sekali, hal ini tidak lepas dari dampak pandemi covid-19,” ujar Fajar Huzaini SH selaku ketua Seksi Sosial yang juga didampingi oleh Surip Wakilnya di kepengurusan tersebut Jum’at (11/12/2020).

Fajar menambahkan, pada saat awal menggelar kegiatan santunan untuk anak yatim ini, jumlah penerimanya ada 56 jiwa, namun saat ini tinggal 50 jiwa, hal ini dikarenakan yang 6 orang sudah bekerja di luar kota.

“Dulu saat awal menyelenggarakan acara ini, ada 56 anak yang kami santuni, namun karena yang 6 sudah bekerja keluar kota, saat ini tinggal 50 anak saja,” beber Fajar.

Bahkan Fajar memprogramkan, jika kedepannya, kegiatan sosial ini tidak hanya sekedar memberikan santunan kepada anak yatim saja, tapi juga akan menyasar program bedah rumah yang diperuntukan kepada warga dhuafa dan fakir miskin.

“Kedepan kami ingin kegiatan sosial ini tidak hanya pada acara santunan anak yatim saja, tapi kami juga akan memprogramkan bedah rumah untuk warga di kampung kami yang rumahnya sudah tidak layak huni, untuk biaya, tentu dari kami iuran dan beberapa donatur yang tidak mengikat,” tambah Fajar.

Fajar berharap, kegiatan ini nanti juga mendapat suport atau perhatian dari pemerintah, karena saat ini, dirinya melihat ada beberapa rumah warga di sekitar masjid Rahmat yang tidak layak huni, sedangkan untuk keuangannya selama ini, dirinya hanya mengandalkan sumber patungan.

“Karena kami tidak ingin menggunakan dana masjid, selama ini kami mengumpulkan dana dari iuran bersama, hanya kadang-kadang ada donatur yang tidak mengikat, kami berharap kedepan jika pemerintah berkenan, kami siap untuk bersinergi, terutama dalam program bedah rumah,” pungkas Fajar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here