Mall dan Pasar Tradisional Tutup, Warga Balung Keluhkan Toko Waralaba Masih Buka

0
701
tutup
Dira Balung Shoping Center terlihat tutup

JEMBER, BP – Pedagang pasar tradisional Balung, Kecamatan Balung, Jember, mengeluhkan masih beroperasinya (buka) toko waralaba berjaringan dan toko – toko yang bersebelahan dengan pasar setempat.

Keluhan pedagang ini pasca ditutupnya pasar tradisional Daerah Balung berdasarkan surat edaran Bupati Jember ditengah kondisi kedaruratan bencana Covid 19 di Kabupaten Jember.

“Pasar sudah tutup, namun sejumlah toko yang diluar berdempetan dengan pasar dan juga Indomaret tetap buka. Ini tidak adil,” kata Sumar salah satu pedagang Pasar Daerah Balung, Senin (24/5/2020) siang.

Sumar menambahkan, seharusnya semua toko yang berdempetan dengan pasar dan juga toko berjaringan diwilayah Kecamatan Balung harus ditutup juga, hal ini untuk menghindari gejolak dimasyarakat (pedagang). Tetapi kenyataannya dilapangan masih buka. Sedangkan mall (tempat perbelanjaan) dan pasar tradisional ditutup.

“Kemarin mall dan pasar tradisional di balung sudah tutup. Tetapi sejumlah toko yang bersebelahan dengan pasar tradisional ada yang buka, termasuk minimarket yang masih buka selama 24 jam non stop,”terangnya.

Sementara Owner Mall Dira Shopping Center Balung, Ponimin Tohari mengatakan, bencana Covid 19 ini tidak hanya pedagang kecil saja yang terdampak. Tetapi pengusaha besar pun sama.

“Kalau boleh jujur, sebetulnya keluhan kita itu sama apa yang dirasakan oleh pedagang pasar tradisional. Dan kami tidak pernah membanding – bandingkan dengan yang lainnya. Biar masyarakat dan pedagang yang menilainya,”kata Ponimin.

Ponimin menjelaskan, pengalaman kemarin pasca adanya penutupan tempat wisata dan pasar tradisional sebelum ada surat edaran Bupati Jember terkait penutupan mall dan pasar tradisional, di Balung tidak ada keluhan sedikit pun dari pedagang pasar. Bahkan dirinya mendengar yang dipersoalkan hanya masih bukanya toko – toko yang bersebelahan dengan pasar tersebut.

“Kalau dengan mall Dira Balung tidak ada. Karena beradaan tempat belanja kami jauh dari pasar tradisional,”jelasnya.

Ponimin berharap, pasca munculnya surat edaran Bupati Jember ini moga tidak terjadi gejolak dimasyarakat, terutama kepada pedagang pasar tradisional.

“Kami akan ikuti surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati. Moga penutupan mall dan pasar tradisional balung ini, masyarakat ataupun pedagang serta pengusaha legowo tidak merasa dirugikan sepihak,”pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here