Kenduri Dipinggir Sungai, Tradisi Puputan Warga Satriyan Rogojampi

0
214

BANYUWANGI, BP-  Tradisi Puputan (lepasnya tali pusar pada jabang bayi) dengan menggelar selamatan atau kenduri di pinggir sungai dengan mengundang kerabat dan tetangga, sudah menjadi tradisi turun temurun di Dusun Satriyan Desa Lemahbang Dewo Rogojampi Banyuwangi.

Menurut Lukman, tradisi ini sudah lazim dilakukan oleh warga sekitar sebagai wujud doa dan harapan atas putusnya tali pusar putra putrinya. “Tradisi puputan seperti sudah biasa kami lakukan di desa kamu saat tali pusarnya bati lepas atau putus, dengan harapan agar anak anak mereka kelak menjadi anak yang berbakti pada orang tua,” ujar Lukman saat menghadiri acara puputan anak dari pasangan Eko Wahyudi dan Komariyah warga RT.01 RW04 Dusun Satriyan.

Lukman menambahkan, kegiatan kenduri atau selamatan sendiri tidak hanya dilakukan di pinggir sungai saja, akan tapi juga dilakukan di rumah shohibul hajat atau orang tua si jabang bayi.

Sementara Eko Wahyudi kepada media ini mengatakan, bahwa dirinya menggelar tradisi puputan karena ini merupakan anak keduanya bersama Komariyah, ia berharap, dengan tradisi puputan ini, anak laki-lakinya yang diberi nama Arthama Wahyu Riyanka ini bisa menjadi anak yang berbakti pada orang tua, agama dan negara.

“Hari ini saya melakukan,selamatan, putus pusarnya kelahiran anak  saya yang kedua  yaitu laki laki yang kami beri nama Arthama Wahyu Riyanka, dalam puputan ini, kami berharap anak kami bisa menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua, patuh kepada agama, menjadi anak yang berkualitas bagi nusa dan bangsa,” pungkas Eko Wahyudi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here