Kasus Pembunuhan di Lapangan Puger, Begini Pengakuan Pelaku

0
24404
Pelaku saat dikeler di Mapolres Jember

JEMBER, BP – Mardi Rahmad (bukan Madi seperti yang diberitakan sebelumnya, red), warga Dusun Krajan Desa Mojosari Puger Jember, yang tewas setelah dikeroyok beberapa pemuda dilapangan Puger pada Sabtu (8/2/2020) malam, lantaran korban mencoba mengingatkan pelaku yang sedang memalak warga ketika menikmati suasana malam minggu.

Menurut Aziz (20) pelaku yang berhasil dibekuk polisi, dirinya saat mengeroyok korban dan membunuhnya, karena terpengaruh alkohol yang ia minum bersama teman-temannya dibawah tiang bendera yang ada di alun-alun Jember.

“Saat itu saya meminta rokok kepada dua pemuda, kemudian korban datang dan menanyakan ke saya maksut saya minta rokok, karena saya kondisi mabuk, saya tidak terima, kemudian saya berkelahi dengan korban, karena saya kalah, saya ajak teman-teman saya untuk membantu, dan saya membacok korban,” ujar Aziz saat ditanya Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal didepan awak media.

BACA : http://barathapos.com/dikeroyok-di-lapangan-warga-mojosari-meninggal-di-klinik/

Aziz juga mengatakan, meski antara dirinya dengan korban masih satu desa, namun dirinya tidak mengenal korban. “Apa kamu kenal dengan korban?” tanya Kapolres, “Tidak pak,” ujar Aziz.

“Kantas kenapa kamu membunuh korban?” tanya Kapolres lagi, “Karena saya dipukul, jadi korban saya keroyok dan saya bunuh,” ujar Aziz.

Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal SH. SIK. M.Hum, kepada wartawan mengatakan, bahwa pelaku akan dijerat pasal 170 ayat 1 KUHP, pasal yang dilanggar adalah Penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama hingga mengakibatkan oran lain meninggal. “Ancamannya 12 tahun penjara untuk pelaku, karena pelaku yang melakukan pembunuhan,” beber Kapolres.

Tidak hanya pelaku, saat ini pihaknya juga sedang memburu 4 teman pelaku yang sedang melarikan diri, dimana beberapa diantaranya sudah diketahui identitasnya, dan saat ini sedang dalam pengejaran. “Untuk teman pelaku, juga akan kami jerat dengan pasal 170 subsider pasal 351 ayat 3 dengan ancaman 7 tahun penjara,” ujar Kapolres.

Sementara mengenai kondisi istri korban yang sedang hamil serta memiliki 1 putra, Kapolres berjanji akan memberikan bantuan dan perhatian untuk keluarga korban dengan berkoordinasi bersama Dinas Sosial Pemkab Jember, mengenai kelanjutan keluarganya.

“Tentu kami akan memperhatikan keluarganya, terutama anak korban dan istri korban yang saat ini sedang mengandung, dan nanti kami akan koordinasi dengan Dinsos untuk bersama-sama memikirkan kelanjutan anak korban,” pungkas Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal SH. SIK. M.Hum. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here