Jumlah Suspect Vovid Meningkat, Pemkab Jember Himbau Masyarakat Patuhi Prokes

0
55

JEMBER, BP – Miningkatnya jumlah warga di Jember yang suspect covid-19 dalam beberapat hari ini membuat prihatin semua pihak, untuk itu Pemkab Jember terus mengimbau dan mengingatkan agar masyarakat selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Utamanya ketika beraktivitas di luar rumah.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember Gatot Triyono mengatakan, dari data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Jember, tercatat ada lonjakan pasien covid-19, bahkan dalam sehari mencapai 50 orang. “Oleh karena itu, kami selalu mengimbau agar masyarakat menerapkan prokes di mana pun berada,” ujat Gatot Tiyono.

Hingga sampai saat ini, data yang dihimpun jumlah warga terpapar covid-19 di Jember mencapai 2.044 warga. Dari jumlah itu, 79 orang di antaranya meninggal dunia. Kendati demikian, jumlah kesembuhan juga tinggi. Tercatat ada 1.538 pasien dinyatakan sembuh dan terbebas dari korona. “Sedangkan untuk pasien yang masih dalam perawatan sejumlah 427 orang,” ujar Gatot.

Gatot menerangkan, dampak peningkatan pasien positif Covid-19, ada beberapa kecamatan yang kini berstatus zona merah. Yakni Umbulsari, Wuluhan, Rambipuji, Ambulu, Jenggawah, Ajung, Kaliwates, Sumbersari, Patrang, Kalisat, dan Sukowono.

Masyarakat di kecamatan zona merah diimbau memperketat penerapan prokes. Termasuk yang tinggal di kecamatan dengan zona kuning seperti Sumberjambe, Pakusari, dan Tempurejo, maupun zona hijau di 17 kecamatan.

“Mari kembali tertib menerapkan 3M. Yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak,” tutur Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember itu.

Gatot kembali mengingatkan, memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah tak hanya bagi warga yang sedang sakit, tapi juga bagi mereka yang sehat. Tujuannya untuk menjaga diri dari paparan virus orang lain, dan sebaliknya.

“Bagi yang mengenakan masker kain, sediakanlah masker cadangan jika bepergian lebih dari empat jam. Karena jika tidak diganti, masker tersebut justru berpotensi menjadi sarang kuman kalau dipakai terlalu lama,” paparnya.

Selain itu, warga juga diimbau membawa hand sanitizer saat bepergian. Ini untuk mengantisipasi jika di lokasi tujuan tidak tersedia fasilitas cuci tangan yang dilengkapi sabun cair. Meski demikian, Gatot tetap menyarankan agar masyarakat Jember di rumah saja, jika memang tidak ada kepentingan mendesak. “Di zaman serba daring ini, lebih baik dimanfaatkan guna menjaga keselamatan dan kesehatan,” imbuhnya.

Gatot menambahkan, berbagai upaya pemerintah akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan kepatuhan. Untuk itu, dia mengajak masyarakat terlibat dan membantu pemerintah dengan melakukan pencegahan Covid-19. Salah satunya dengan disiplin menerapkan prokes. “Mari bergotong royong memutus persebaran virus korona. Dimulai dari diri kita sendiri, keluarga, dan masyarakat,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here