Ironis, Mayat Kebun Tebu Tanggul Terungkap, Tapi Ditolak Keluarga

0
26725
Kasatreskrim Polres Jember AKP. Yadwavina Jumbo Qontas

JEMBER, BP – Identitas mayat di Kebun tebu milik Sadi yang ada di Dusun Curahputih Desa Patemon Tanggul Jember, berhasil diungkap oleh Polres Jember, mayat yang ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan tinggal tulang-tulangnya ini, diketahui bernama Madi warga asal Lumajang, hal ini setelah pihak Polisi memeriksa beberapa saksi di sekitar lokasi kejadian.

“Identitasnya sudah ketemu, namanya Madi, warga Lumajang, bahkan kami sudah menghubungi anak korban, tapi keluarganya tidak mau mengurus, alasannya selama hidupnya, korban tidak pernah memberikan perhatian kepada anaknya, dan kami sudah koordinasi dengan perangkat desa asal korban,” ujar Kasatreskrim Polres Jember AKP. Yadwavina Jumbo Qontas saat memberikan keterangan kepada wartawan.

BACA : http://barathapos.com/bersihkan-daun-tebu-warga-tanggul-temukan-mayat-begini-ciri-cirinya/

Karena pihak keluarga tidak mau mengurus jenazah korban, polisi pun memakamkan korban di pemakaman orang tidak dikenal yang ada di utara rumah sakit dr. Soebandi Jember. “Ya mau gimana lagi, keluarganya tidak mau menerima, ya sudah kita makamkan di pemakaman dekat rumah sakit,” ujar Kasatreskrim.

Kasatreskrim menambahkan, dari hasil otopsi dan pemeriksaan yang dilakukan tim forensik, kematian korban diperkirakan sekitar 15 hari sebelum ditemukan warga, dan dari tubuh korban juga tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan atau luka, baik senjata tajam maupun benda tumpul. “Hasil otopsi, tidak ditemukan luka baik luka pukulan maupun senjata tajam di tubuh korban, kemungkinan korban memang sakit dan depresi, hal ini berdasarkan keterangan warga sekitar yang sempat bertemu korban,” bebernya.

Kondisi mayat saat ditemukan warga
Kondisi mayat saat ditemukan warga

Menurut Kasatreskrim, sebelum korban ditemukan meninggal, korban sudah 20 hari tinggal di desa tersebut, dengan bekerja serabutan, dan tidur di mushola, beberapa warga yang sempat bersama dengan korban juga sering mendengar keluhan korban tentang kondisi keluarganya.

“Jadi korban memang sakit-sakitan dan terlihat murung selama tinggal di Patemon, beberapa warga yang kami mintai keterangan mengatakan, korban sering cerita kalau ada masalah keluarga,” pungkas Kasatreskrim. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here