DPD Partai Gelora Jember Gelar Aksi Tanam 10 Juta Pohon di Desa Bedadung

    0
    24
    as

    JEMBER, BP – Aksi tanam 10 juta pohon yang dilakukan secara serentak oleh kader dan simpatisan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mulai dari tingakt DPP, DPW dan DPD di seluruh Indonesia pada Minggu (28/11/2021), termasuk di Kabupaten Jember.

    Tulus Madiyono selaku ketua DPD Partai Gelora Jember, dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa aksi menanam 10 juta pohon ini digelar di seluruh Indonesia, dan Jember sendiri akan menanam 2000 pohon yang akan disebar di beberapa kecamatan.

    “Aksi tanam 10 juta pohon ini akan berlangsung sampai tahun depan, dan Jember sendiri akan menanam 2 ribu pohon yang akan disebar di beberapa kecamatan, namun untuk hari ini, acara tanam pohon yang digelar secara serentak, kami menanam 300 pohon di Desa Bedadung Pakusari Jember,” ujar Tulus.

    Acara tanam pohon yang juga dihadiri oleh Sekretaris DPW Partai Gelora Jatim Misbahul Munir ini, tidak hanya diikuti oleh simpatisan dan kader partai Gelora saja, tapi beberapa komunitas seperti Laskara Macan Raung juga ikut dalam kegiatan tersebut.

    Misbahul Munir Sekretaris DPW Partai Gelora Jatim, dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa aksi tanam 10 juta pohon ini, pada dasarnya mengajak masyarakat maupun individu warga, organisasi sosial maupun instansi untuk terlibat dalam gerakan menanam pohon, bukan hanya secara seremonial namun dilakukan terus menerus seumur hidup.

    “Aksi tanam 10 juta pohon ini, pada dasarnya bukan sekedar seremonial belaka, tapi akan dilakukan oleh seluruh kader, simpatisan dan masyarakat, baik secara individu maupun organisasi untuk ikut peduli dengan gerakan tanam pohon, dimana saat ini kerusakan hutan di Indonesia semakin memprihatinkan,” ujar Gus Misbah panggilan Misbahul Munir.

    Gus Misbah menjelaskan, bahwa setiap tahun ada jutaan hektar hutan di Indonesia berubah fungsi, hal dikarenakan penebangan pohon yang semakin tidak terkendali dengan mengalih fungsikan lahan, sehingga berdampak pada perubahan Iklim yang juga berdampak pada curah hujan yang tidak menentu.

    “Perubahan iklim muncul akibat pemanasan global, dimana banyak hutan yang ditebang, dan berganti dengan bangunan, sehingga emisi atau gas rumah kaca semakin meningkat kadarnya, hari ini kita menanam pohon, manfaatnya akan kita rasakan 10 tahun lagi, dan ini harus dimulai dari diri kita sendiri untuk anak cucu kita,” pungkas Gus Misbah. (*)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here