33 Ribu Santri di Jember Sudah Jalani Rapid Test dari Target 50 ribu Santri

0
74
santri di rapid
Santri putri dari Pondok Sidogiri saat menjalani rapid test sebelum pemberangkatan

JEMBER, BP – Sudah ada puluhan ribu santri di Jember yang telah mengikuti rapid test secara gratis yang digelar oleh Pemkab Jember, sejak di umumkan adanya rapid test bagi santri pada 6 Juni lalu, tercatat ada 33.453 santri dari Jember dan berbagai kota yang masuk ke Jember untuk menjalani rapid test.

Rapid test bagi santri ini dilaksanakan, selain untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi santri, juga sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap lembaga pendidikan di pesantren. “Santri itu lebih aman dari terpapar wabah covid-19 jika tetap di pondok pesantren, karena pemantauan dan kontrolnya lebih mudah, saat ini sudah ada 33 ribu lebih santri yang sudah menjalani rapid test dari target 50 ribu santri,” ujar Bupati Jember dr. Faida MMR Kamis (2/7/2020) saat melepas 126 santri putri asal Jember tujuan Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan di Desa Rowotamtu Rambipuji Jember.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang didampingi Dandim 0824 Jember dan Kapolres Jember, sempat menemui santri sebelum berangkat, kepada para santri, Bupati berpesan agar santri, selama di Pesantren juga menjaga kebersihan, dan rajin serta disiplin untuk melakukan cuci tangan untuk menjaga kesehatan.

 “Saya yakin, santri setiap hari sudah rutin melakukan cuci tangan, karena selalu berwudlu setiap waktu tidak hanya saat mau salat saja, akan tetapi di dalam kondisi seperti saat ini, selain cuci tangan sebelum berwudlu, agar juga rutin melakukan cuci tangan setelah menjalani aktivitas sehari-hari,” pesan Bupati.

Selain menyampaikan pesan kepada santri yang akan kembali ke pondok tentang prtokol kesehatan, Bupati juga memberikan bekal kepada santri untuk digunakan selama di Pondok Pesantren, diantaranya vitamin untuk 1 bulan, masker dan juga alas salat.

Sementara Ahmad Dai Robbi Sekretaris Ikaran Alumni Santri Sidogiri (IASS) Jember, kepada wartawan mengatakan, bahwa pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Jember yang telah memfasilitasi santri-santri untuk rapid test secara gratis.

Selain sebagai persyaratan santri untuk kembali ke Pondok, rapid test yang dilakukan oleh Pemkab Jember ini, menunjukkan kalau pemkab Jember dalam hal ini Bupati sangat menghormati keberadaan Santri.

 “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Jember yang telah membantu santri santri untuk rapid test, hal ini menunjukkan kalau pemkab Jember sangat menghormati keberadaan santri, dan hari ini merupakan gelombang kedua pemberangkatan santri Sidogiri, untuk gelombang pertama kemarin sudah berangkat, dan nanti masih ada 2 gelombang lagi, yakni tanggal 15 dan 22 Juli,” pungkas Dai.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here